Membuat Pembenah Tanah
Pembenah tanah digunakan untuk pupuk yang membantu membenahi tanah yang awalnya keras, kurang subur, terlalu asam Phnya, tidak ada unsur hara agar bisa subur.
Fungsi pembenah tanah adalah membuat tanah yg asam menjadi netral, tanah yang keras menjadi gembur, dll. Untuk itu diperlukan bantuan bakteri. Untuk itu diperlukan:
1. Nitro Bakter (NB) : biasanya ada di lumpur sawah (seperti bau reng yang direndam air sungai). Fungsinya menetralkan PH tanah. >> lumpur/ endut. >> di sawah/ kolam.
2. Bakteri yang fungsinya menggemburkan tanah. 10 cm dari tanah yaitu humus bambu. Tanah yang berada di bawah daun-daun bambu yang sudah membusuk.
3. Bakteri pengurai, yang mengubah non organik menjadi zat organik. Diambil dari nasi basi. Nasi basi yang dibiarkan akan ditumbuhi jamur warna oranye.
Untuk membuat pembenah tanah diperlukan drum ukuran 125liter.
Bahan aktiv >> 20% x 100liter = 20 liter atau 20kg. untuk komposisi 20kg: 20kg: 20kg.
Kalau tidak ada tanah/ humus daun bambu dan hanya ada daun bambu maka caranya adalah : cari kardus kemudian diisi dengan alas daun bambu diatasnya dikasih nasi yang dikepal kemudian dilapisi daun bambu kemudian dikasih nasi yang dikepal dan dikasih daun bambu dst. nasi kira-kira sebanyak satu kilo. Kemudian dibungkus plastik dan didiamkan selama dua minggu. Baru setelah itu bisa dipakai untuk proses pembuatan pembenah tanah.
Cara Pembuatan:
20 kg lumpur ditambah 20 kg humus bambu ditambah 20 kg nasi aking. + 50 liter air + dedak/gula/tepung beras/ tetes tebu sebanyak 2% (2 kg). Selain gula, bakteri biar hidup, diperlukan oksigen >> dikasih aerator. Lamanya produksi min. 2 x 24jam atau paling bagus selama 14 hari.
Ciri utamanya alat pembenah tanah. >> cari tanah yg keras, disiram pembenah tanah >> akan gembur sendiri.
Pemakaian:
Dosis tergantung dari lama. semakin lama, dosis kain rendah. Jika dibuat dua hari >> 200ml : 20liter.
Jika dibiarkan selama satu tahun >> dosis 50ml: 20 liter.
2 minggu >> 200ml : 20liter.
Versi 2
Bahan
Bakteri yang tersedia di alam yang dapat dipakai adalah bakteri di daun bambu dan daun pinus. Daun bambu bisa hancur setelah 8 bulan. Latar belakangnya adalah bahwa daun bambu dan daun pinus susah hancur, sehingga bakteri yang bisa menghancurkan daun bambu bagus digunakan untuk menjadi bahan pembenah tanah. Mengandung bakteri baik penyubur tanah (sejenis bakteri lakto).
Bahan daun/ humus bambu sebanyak 20 kg, kemudian tanah yang akan diolah (diambil dari lahan) jangan melebihi tanah humus bambu bisa sebanyak 10 kg, kemudian cari tanaman-tanaman yang tahan hidup di sekitar bisa juga rumput yang subur walaupun musim kemarau, sebanyak maksimal 10 kg, dicoper/dihaluskan. Kemudian ditambah dedak 2,5 kg. Kemudian ditambahkan katalis no. 2 sebanyak 50 liter.
Difermentasi selama 14 hari. Kalau tidak ada katalis, masa fermentasi lebih lama 10 x atau menjadi 140 hari.
Aplikasinya per hektar sebanyak 7 liter. Ditambahkan air sampai penuh, untuk ukuran drum 120 liter.
0 komentar:
Post a Comment