Sep 15, 2016

Hormon Yang Ada pada Tanaman

Hormon Yang Ada pada Tanaman


Hormon pada Tanaman


Hormon (dari bahasa Yunani, όρμή: horman - "yang menggerakkan") diartikan sebagai pembawa pesan kimiawi antar sel atau antar kelompok sel. Semua organisme multiselular, termasuk tumbuhan memproduksi hormon (terjemahan bebas dari Wikipedia). Hormon yang dihasilkan pada tumbuhan, terutama terjadi pada bagian-bagian yang sel-selnya aktif membelah diri misalnya terjadi pada pucuk batang, ujung akar atau terjadi pada dalam tahap perkembangan yang pesat misalnya pada buah yang sedang dalam proses pemasakan. 

Hormon pada tanaman (fitohormon) dikenal juga dengan istilah zat pengatur tumbuh (ZPT). Sebenarnya penamaan hormon pada tanaman mengadopsi analogi hormon pada binatang, sehingga untuk membedakannya hormon pada tanaman ini disebut juga dengan zat pengatur tumbuh. Pada hewan, hormon dihasilkan dari jaringan spesifik yaitu kelenjar endokrin, tetapi zat pengatur tumbuh dihasilkan oleh suatu jaringan nonspesifik, biasanya dari jaringan merismatik.

Ada hormon utama yang mutlak diperlukan oleh tanaman dalam proses pertumbuhannya. Hormon tersebut adalah auksin, giberelin, dan sitokinin. Hormon ini diperlukan dalam jumlah yang sedikit dan mampu diproduksi sendiri di dalam tubuh tanaman. Namun, dapat juga diberi tambahan hormon dari luar. Tanaman yang kekurangan salah satu hormon tersebut maka pertumbuhannya akan terganggu. tanaman akan mengalami lambat dalam pertubuhan (kerdil), umbi kecil dan sedikit, bunga dan buah mudah rontok. Tentunya hal ini sangat mempengaruhi produksi tanaman. Untuk itu keberadaan hormon sangatlah penting. Fungsi dari hormone tanaman tersebut masing-masing adalah:

Hormon auksin
Hormon ini dalam tumbuhan sebagai indol 3-asetat (IAA) yang dihasilkan oleh jaringan muda yang sedang tumbuh. Fungsi hormon ini untuk memperbesar dan diferensiasi sel, peningkatan respirasi tanaman. Fungsi hormon auksin adalah untuk memperbesar dan diferensiasi sel, meningkatkan respirasi tanaman, merangsang sistesis RNA, protein dan enzim. Hormonauksin sangat berperan pada pembentukan jaringan pada fase pertumbuhan vegetatif.

Hormon giberelin
Hormon ini berfungsi mendorong pertumbuhan akar dan batang tanaman, merangsang pembungaan, menormalkan pertumbuhan tanaman yang kerdil. Hormongiberelin bekerja dengan cara saling membantu dengan hormonlainnya (sinergis) seperti hormon auksin. Hormon ini juga memacu pertumbuhan tanaman yang terhambat karena penyakit.

Hormon sitokinin
Fungsi dari hormon sitokinin adalah untuk memperbesar dan diferensi sel, menghalangi ketuaan, mengarahkan aliran asam amino dan zat makanan ke seluruh tubuh ke bagian tanaman dengan konsentrasi sitokinin tinggi.

Walaupun diperlukan dalam jumlah yang kecil, namun fungsi hormon pada tumbuhan bersifat fital dalam proses pertumbuhan tanaman. Saat ini sudah banyak beredar produk kimia maupun organic untuk hormon tanaman / zat pengatur tumbuh (zpt). Kalau tidak mau memakai zpt dari kimia, kita bisa memanfaatkan bahan bahan disekitar kita yang mengandung zat pengatur tumbuh tersebut. Bahan-bahan yang dikenal mengandung zpt diantaranya: kecambah tauge, rebung bambu, bawang merah, bonggol pisang. Untuk mendapatkan hormon auksin dapat diperoleh dari bawang merah dan tauge. Sedangkan hormon giberelin dapat diperoleh dari rebung bambu. Untuk hormon sitokinin dapat diperoleh dari bonggol pisang.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Hormon Yang Ada pada Tanaman

0 komentar:

Post a Comment