Jan 23, 2016

Menghidupkan Bumi Yang Mati

Menghidupkan Bumi Yang Mati
oleh: Muhaimin Iqbal

Diantara jenis tanaman yang saya perkenalkan  di buku ini adalah Koro Pedang atau Canavalia ensiformis. Dalam Al-Qur’an tanaman ini masuk kategori umum jenis  ‘biji-bijian yang dimakan’ atau habba. Jenis inilah salah satunya yang Allah tunjukkan kepada kita untuk menghidupkan bumi yang mati, dan kini  bukti kebenarannya sudah bisa kita saksikan di Jonggol  - Bogor. 

PetunjukNya tersebut terdapat pada ayat berikut : “Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah bumi yang mati. Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan daripadanya  biji-bijian, maka daripadanya mereka makan.” (QS 36:33) 

Sejak mentadaburi ayat tersebut kami mencari tanaman apa yang sekiranya masuk kategori ‘biji-bijian yang dimakan’ tersebut. Ternyata jumlahnya amat sangat banyak, dan Koro Pedang hanya salah satunya saja. 

tanaman koro pedang

Kami pilih Koro Pedang ini karena kemiripan kandungan proteinnya dengan kedelai, sehingga kelak insyaAllah bisa menggantikan kedelai yang akan semakin mahal karena sebagian besarnya harus diimpor dan kita kalah berebut dengan China – yang juga membutuhkannya dalam jumlah yang jauh 
lebih banyak. 

Maka setelah memperoleh benihnya, sejak tiga bulan lalu kami coba tanam Koro Pedang ini di bagian tanah yang paling gersang di dekat masjid kami di Jonggol. Hasilnya dapat dilihat pada foto di samping,  tanah yang semula gersang tersebut kini menjadi hijau royo-royo. Tidak membutuhkan pupuk apapun, cukup benih Koro Pedang ini ditabur ditanah yang semula gersang tersebut – setelah sekali dua kali tersiram hujan dia akan tumbuh subur. 
  
Perhatikan pula polong-nya yang panjang, lebih dari sejengkal orang dewasa ketika tanaman berusia tiga bulan dan bisa sampai dua jengkal ketika dipanen sekitar tiga bulan lagi insyaAllah. Kombinasi polong yang panjang dan banyak ini akan memberikan hasil yang tinggi di setiap  batang Koro 
Pedang. 
  
Koro Pedang juga sekaligus menjadi tanaman yang cerdas yang membuktikan kebenaran ayatNya yang lain yaitu : “  Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang merambat dan tidak merambat!” (QS 6 :141). Dengan biji yang sama dia bisa tumbuh merambat seperti pada foto di samping, tetapi bila didekatnya tidak ada lanjaran – dia akan tumbuh dengan membesarkan batang pohonnya dan menjadi semak seperti pada foto pertama di atas. 
  
Yang menjadi pelajaran dari salah satu ayat yang kami tadaburi di I’tikaf kali ini adalah bahwa bila dengan satu saja ayat yang diamalkan secara sungguh-sungguh, bumi yang matipun kembali subur. Bagaimana bila lebih dari 6,000 ayat-ayat lainnya juga diamalkan satu per satu, maka insyaAllah seluruh urusan kehidupan dan permasalahan di bumi ini akan bisa diselesaikan. 

Maha benar Al-Qur’an sebagai petunjuk dan penjelasannya itu (QS 2:185) dan maha benar pula Al-Qur’an sebagai jawaban atas segala hal (QS 16:89). 

Bila satu butir saja biji Koro Pedang menghasilkan ratusan biji baru yang siap ditanam lagi dalam tempo sekitar 6 bulan, maka tidak ada alasan bagi kita untuk membiarkan ada tanah-tanah yang tetap gersang atau mati setelah datangnya petunjuk yang begitu nyata ini. InsyaAllah. 

Dikutip dari Buku Kebun Alquran.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Menghidupkan Bumi Yang Mati

  • Bertani dengan Memanfaatkan Bio Cyclo Farming Arti dari Bio Cyclo Farming sendiri adalah suatu proses keterpaduan lintas sektor pada bidang pertanian yang saling memanfaatkan sisa dari proses pengelolaan dari satu ...
  • KAWASASAN AGRO INDUSTRI TERPADU KAWASASAN AGRO INDUSTRI TERPADU (KAIT) yaitu kawasan yg dirancang sebagai Sentra Pertanian untuk mengolah produk petani seperti Singkong jadi tepung tapioka, gula cai ...
  • Hormon Yang Ada pada TanamanHormon Yang Ada pada Tanaman Hormon (dari bahasa Yunani, όρμή: horman - "yang menggerakkan") diartikan sebagai pembawa pesan kimiawi antar sel atau antar kelompok ...
  • Sistem Pertanian Organik JADAMJADAM (JaDAM) adalah sebuah metode pertanian organik yang berasal dari Korea Selatan, yang diciptakan oleh seorang petani bernama Youngsang Cho. Nama JADAM sendiri merup ...
  • Profil Muhaimin IqbalProfil Muhaimin Iqbal Siapa yang tidak kenal nama Muhaimin Iqbal? Bagi Anda yang menyukai dunia perkebunan, utamanya berkebun tanaman-tanaman yang secara khusus disebut ...

0 komentar:

Post a Comment